Pada Selasa, 24 Agustus 2010, tim tari Saman Dian Didaktika yang terdiri dari 10 penari, 2 syeikh, 1 contact person, dan dua sopir sekolah berangkat ke Gedung Sapta Pesona, Departemen Pariwisata dan Kebudayaan mengikuti Audisi Tari Saman untuk mengisi acara di Belanda dalam rangka State Dinner, Pak SBY dengan Ratu Beatrix.
Audisi diikuti 9 tim.
Mereka adalah (sesuai nomor urut tampil);
1. Tim SMA ??
2. Tim Sanggar ??
3. Tim UNJ
4. Tim Sanggar Gema Citra Nusantara (GCN)
5. Tim Alix (Al Ikhlas, Cipete)
6. Tim DD (Dian Didaktika, Cinere)
7. Tim AIPL (Al Izhar Pondok Labu)
8. Tim Al Azhar (Pejaten)
9. Tim Sanggar Ayub Dzikri
Tim DD tiba di lokasi pertama kali, sekitar jam satu siang. sedangkan audisi dimulai jam empat sore.
Setelah istirahat sejenak, sholat dzuhur, persiapan pun dimulai. Walau dalam suasana Ramadhan, tidak menjadi penghalang semua tim tampil maksimal.
Dimulai dengan persiapan kostum yang mewah, make-up panggung yang elok, koreo tarian yang beragam, dan pendukung yang setia. Setelah siap, semua tim memulai pemanasan dengan syeikh masing-masing.
Saat pemanasan aku memperhatikan kualitas masing-masing tim.
Luar biasa !!!
Itu yang ada di benakku.
Kalau sudah seperti ini, bukan rampak yang diperhatikan (karena tidak diragukan lagi semua rampak) tapi keindahan urutan tarian dan kualitas suara penari dan syeikh.
Itu yang ada di pikiranku.
Duduk sebagai juri, Pak Marzuki (Dedengkot Saman Aceh di Jakarta), Ibu Trisna Wacik (Ibu Menteri), dan Ibu ???
(maaf lupa, he". . . )
Setelah sedikit pengarahan dari panitia, beberapa menit lewat pukul empat sore, audisi pun dimulai.
GONG !!!
Tim pertama tampil, bagus tapi membosankan.
Tim kedua naik panggung, aku makin pede, karena walau mereka dari sanggar tapi masih bisa tim DD saingi.
Tim ketiga memulai dengan Seudati. Aku tidak gentar.
Tim keempat muncul. Aku terhenyak. suara bang Alex, batinku. suara yang merdu. diawali gerakan perlahan, syahdu, menyihir penonton. Aku merasa ada yang bergetar di hati. pertama menikmati tarian, kedua ada rasa down. Apa aku bisa lebih baik dari tim ini. gerakan-gerakan berikut makin menjadi-jadi. dengan speed yang tinggi gerakan terjadi apik dan rampak. Sungguh indah.
Tim kelima dengan syeikh yang sama ikut mengguncang panggung dengan keindahan yang tidak jauh berbeda.
Tibalah saatnya Tim keenam unjuk gigi. ada yang salah dengan aku. kok, power hilang. Kucoba mengawali dengan mendayu-dayu, tapi terburu-buru yang terjadi. Hentakan tabuhanku tidak sekeras saat latihan. ada apa? memang di sore hari aku merasa rapai kendor, perlu rotan lebih besar. tapi tak bawa. para penari yang cantik memulai tarian dengan cukup apik. tapi mulai ada sedikit kekeliruan dari satu orang. ternyata tidak hanya di situ, di beberapa motif pun ada yang keliru. Aku sebagai syeikh, kurang bisa menikmati penampilan. Inikah yang disebut demam panggung?
Saat turun panggung aku sudah bisa menebak kalau kami bukanlah yang akan terpilih.
Tim ketujuh tampil dengan jumlah melebihi kuota. setelah aku cross check dengan salah satu penari yang merupakan alumni SDI DD, dia bilang kalau panitia membolehkan, karena panitia lupa menginformasikan.
Tim ini pun tampil biasa saja.
Tim kedelapan yang dibina bang Degam tampil menghentak, khas si syeikh yang memiliki suara berat, dalam, tapi lentur. Namun banyak terdapat kekeliruan pada penari.
Tim kesembilan tampil rapi, dengan diawali seudati, tapi kurang menggigit.
Setelah semua selesai, audisi pun menunggu perhitungan nilai dari juri.
Panitia dan peserta mengisi waktu dengan berbuka puasa dan sholat maghrib.
Sekitar 30 menit kemudian, tibalah waktunya pengumuman pemenang yang akan dikirim ke Belanda.
Aku tidak nafsu mendengarnya. Tapi aku perlu mendengar penilaian umum dari juri sebagai masukan demi kemajuan mendatang.
Beberapa hal yang aku catat adalah;
1. bahan kain banyak yang bukan corak Aceh.
2. cara memakai kain rok harus sedikit di bawah lutut, supaya saat duduk simpuh menutup lutut.
3. suara syeikh dan penari harus nyambung nadanya.
4. lirik lagu harus jelas pengucapannya.
5. gerakan dimulai dengan perlahan, dilanjutkan dengan menambah speed dan kemudian diakhiri dengan diam
Maka setelah juri memaparkan banyak hal, tinggallah satu pesan terakhir.
"Bagi pemenang, saya ucapkan selamat. Bagi yang kalah, jangan kecil hati, masih ada kesempatan lain, karena KemenBudPar punya banyak agenda yang butuh kalian. Nama kalian sudah tercatat di sini, sehingga mudah bagi kami untuk memanggil bila kami perlu."
Tibalah pengumuman keputusan juri.
"yang keluar sebagai pemenang adalah Tim dengan nomor urut tampil empat!"
suara histeris pun menggema.
Aku yang kebetulan bersebelahan dengan tim pemenang pun memberi selamat, kebetulan ada sahabat ku di sana, dan aku mengenal syeikhnya.
Sudah kuduga. Pikirku.
Memang pantas mereka menang.Semoga kami bisa lebih baik dari mereka di masa datang nanti, minimal sama.
Doakan ya.
PS: harusnya ada video di sini, tapi lemot proses uploadnya, karena size besar hingga 264 mb
insyaAllah lain waktu diupload
PR Bahasa Inggris (Liburan Lebaran)
14 years ago

Amiin... smg dilain waktu bisa sukses...
ReplyDeleteinsyaalah esok lebih baik dan lebih sukses
ReplyDeleteingatt!! selalu berusaha, jangan bosan berlatih dan berlatih...
support selalu dari kami...
wawa&bunda